Dalam dunia modern ini perlu sekali tangan-tangan kreatif untuk menciptakan peluang usaha. Mengapa? Tentunya dengan menghadapi krisis yang terus berkepanjangan kita tidak bisa mengandalkan hanya dengan 1 pekerjaan saja. Perlu berpikir jauh ke depan untuk menjadi pribadi yang utuh dalam memenuhi kebutuhan hidup kita. Dan menjadi pengusaha jabon salah satunya.
Tanaman kayu keras ini dapat cepat tumbuh. Usia 5-6 tahun lingkar batangnya bisa 40 sampai 50 cm. Batangnya bebas cabang sampai 60%. Warna kayunya kuning terang sampai putih, dan kayunya tidak bobok oleh serangga. Karena itulah kayu jabon sangat mungkin dimanfaatkan oleh industri kayu.
JABON, atau jati kebon, Anthocephalus cadamba, ini hasil kayunya biasanya untuk dibuat mebel/furniture, bahan plywood/kayu lapis, batang korek Api, alas sepatu, papan, peti, dan tripleks. Bisa juga buat bahan kertas kelas sedang, dan lainnya. Tapi kayu ini tidak cocok untuk bahan bangunan kontruksi. Ciri khusus lainnya, kayunya gampang dikeringkan, permukaannnya halus, gampang dipaku,di bor dan di lem, susutnya juga rendah.
Jabon mempunyai masa panen mencapai usia maksimal 10 sampai 15 tahun. Walaupun pada usia 5, 6, atau 7 tahun sudah bisa dipanen. Untuk masa panen 5-6 tahun dapat diasumsikan penghasilan penjualan kayu jabon. Satu hektar dapat ditanami 625 pohon dengan masa panen 5-6 tahun. Diameter 50 cm dan tinggi 13 meter. Menghasilkan kayu lebih kurang 500 m3 dengan prediksi harga Rp 1,5 juta x 500 m3. Maka diperoleh hasil Rp 750.000.000 per hektar.
Usaha kebun jabon tidak begitu sulit, dapat ditanam di lahan kita sendiri sebagai usaha utama, bisa juga sebagai tanaman selingan di kebun kita maupun untuk dijadikan tanaman pagar batas tanah lahan/kebun ataupun lainnya. Kita cukup merawat dan memupuk minimal 1 – 3 tahun. Jika ada kemampuan finansial lebih baik pemupukan dilakukan sampai batas usia mendekati panen, yaitu 5 sampai 6 tahun agar hasilnya maksimal. Atau dapat juga dibiarkan saja hingga sampai usia panen, tergantung kemampuan keadaan dan kondisi yang disesuaikan.
Pada umumnya 5-6 tahun jabon sudah dapat di panen, menjualnya juga tidak sulit. Saat ingin memanen sebelumnya kita sudah dapat berkunjung di pabrik-pabrik kayu atau perusahaan kayu, sawmill atau agen kayu lokal untuk pemasarannya. Untuk ijin tebangnya kita cukup melapor ke kepala desa setempat atau ke dinas kehutanan setempat agar kayu kita dapat diketahui status keterangan asal kayunya bukan kayu ilegal logging.
Kayu jabon bukan merupakan kayu yang dilindungi. Di pedesaan kayu jabon lebih bernilai dari kayu durian karena jabon dikenal lebih bagus dan tahan kayunya (tidak bobok).
Cara menjual kayu ke agen, perusahaan industri kayu dan sawmill bisa dengan menjual pohon berdiri. Nantinya masalah ijin dan lainnya mereka mengurus. Kita menerima uang di tempat setelah terjadi pengukuran jumlah kubik/batang kayu tergantung kesepakatan.
Usaha kebun jabon juga dapat dikelola secara kelompok dengan sistem pola hutan rakyat, misalnya beberapa orang yang mempunyai lahan atau dalam satu desa bekerjasama mengelola dan menanam jabon di lahan mereka yang digabung dan menjadi perkebunan jabon, kemudian dapat mengundang perusahaan kayu untuk kerjasama sebagai penampung dengan sistem inti-plasma (INTI-Perusahaan yang menampung/ membeli, PLASMA-masyarakat sebagai penanam kayu).
Cara Budidaya
Pola hutan rakyat umumnya menggunakan jarak tanam 2 x 2,5 m. Namun hasil pertumbuhan dan perkembangan diameternya tidak begitu cepat dan maksimal. Cara ini biasanya digunakan masyarakat dengan membiarkan tumbuh liar dengan sendirinya, ibarat hutan.
Perkebunan pada umumnya menggunakan jarak tanam yang direkomendasikan yaitu 4 x 5 m. Jarak tersebut dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan diameter batangnya, sebab radius lingkaran bayangan ke bawah batang atas pohon adalah wilayah penyerapan unsur-unsur hara di tanah oleh akar pohon. Jadi jarak 4 x 5 m adalah yang paling baik bagi pertumbuhan pohon jabon, tetapi bisa juga menggunakan jarak 4 x 4 m tergantung kondisi lahan. Jabon dapat hidup pada tanah Alluvial lembab (pinggir sungai), tanah liat, tanah lempung, podsolik coklat, tanah daerah yang ada pasang surut, iklim basah dan tropis.
Cara tanam, buka lobang lebar 40 cm x panjang 40 cm x dalam 50 cm. (untuk bibit 40-50 cm). Lalu masukan kompos + NPK 2,5 gr (campur) sebagai pupuk dasar diendapkan di lubang setinggi 30 cm (dapat langsung tanam/3-7 hr kemudian baru tanam). Kemudian masukkan bibit yang polibagnya sudah dibuka/disobek ke dalam. Dudukkan yang benar/rata, lalu isi tanah kompos sebagai penutup akar dengan tanah setinggi 20 cm (jangan terlalu dipadatkan), hingga tersisa lubang 10 cm sebagai kantong air
Untuk perawatan, semprot pestisida secara aktif per 1 atau 2 minggu sekali selama 3-5 bulan tergantung keadaan gangguan, agar daun tidak dimakan ulat. Setelah daun cukup banyak pestisida sudah tidak perlu disemprotkan lagi, sebab daun tidak akan habis dimakan ulat sebab daun sudah banyak.
Untuk pertumbuhan, pemupukan dapat dilakukan minimal cukup sampai usia 3 tahun (sudah bagus), karena untuk 3 tahun ke atas sumber makanan unsur hara dari serasah yang terdekomposisi secara alami selama 1-3 tahun telah mengurai menjadi unsur hara dan kesinambungan dekomposisi serasah 3-6 tahun. Pada usia ini jabon dapat hidup dengan PH 4,5 (masam) – 7,5 (basah). Masam : Unsur mikronya banyak & unsur makronya sedikit. Basah: unsur makronya banyak & mikronya sedikit). Cukup kompos/bokhasi/pupuk kandang + NPK. Periode pemupukan 1-2 kali/setahun.
Komposisi pemupukan pada awal tanam sampai usia 1 tahun adalah NPK 1 sendok makan (ditabur tapi jangan kena/menumpuk pada batang pangkal). Usia 1 tahun s/d 2 tahun: Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 10 kilo + NPK 2,5 Ons. Usia 2 Tahun – 3 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 20 kilo + NPK 7,5 Ons.
Dapat juga hanya dipupuk dengan kompos. Untuk usia 1 Tahun – 2 Tahun: Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 30 Kilogram. Usia 2 Tahun – 3 Tahun: Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 30 kilogram.
Kompos sangat penting peranannya. Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang berperan sebagai absorbent yang dapat menyimpan mineral dan unsur hara dan memperlancar pertukaran kation di dalam tanah. Tanpa kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang tanah semakin lama semakin jenuh. Jika tanah jenuh pemberian pupuk menjadi sia-sia dikarenakan tanah jenuh tidak dapat lagi mengikat mineral sehingga pupuk yang diberikan tidak dapat mengurai ke dalam tanah dan akan menguap atau tercuci. Kompos memperbarui kondisi tanah dan menjadikan tanah di sekitar pangkal pohon/akar menjadi lembab dan subur. Dengan kompos pupuk yang diberikan dapat mengurai dengan baik sehingga akar menjadi mudah menyerap unsur hara tersebut.
Pupuk kandang yang belum matang tidak baik digunakan untuk pemupukan. Pupuk kandang yang sudah matang ditunjukkan dari tanah tidak berbau kotoran, tetapi berbau humus (tanah) dan tidak panas.
Perawatan kebersihan di sekitar pohon perlu dilakukan agar sumber makanan akar tidak terganggu dan dapat maksimal diserap akar pohon. Minimal perawatan sampai usia 1 tahunan. Sampah serasah dikumpulkan menjadi ring keliling pohon dengan radius jarak 1 meter. Agar serasah cepat terdekomposisi bermanfaat menjadi hara, serasah disiram bakteri pengurai agar cepat permentasi. Utuk selebihnya dapat juga dibiarkan, sebab daya serap akar sudah kuat.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !